Prosespernapasan manusia terbagi menjadi dua fase, yaitu inhalasi (menghirup) dan ekshalasi (mengeluarkan). Inti dari proses ini adalah membawa masuk oksigen untuk keperluan tubuh, lalu mengeluarkan karbon dioksida yang merupakan sisa pembakaran di paru-paru. Sistem pernapasan manusia Sistem pernapasan manusia. Foto: https://www.teachpe.com
Tekseksplanasi adalah teks yang bertujuan memaparkan atau menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik alam maupun sosial, yang terjadi secara alamiah (tanpa campur tangan manusia). Struktur teks eksplanasi meliputi: Pernyataan umum atau identifikasi fenomena, yaitu bagian yang berisi penyataan umum tentang suatu peristiwa atau kejadian
ProsesPemulihan Peradangan. Proses dimana sel-sel yang hilang/rusak diganti dengan sel-sel hidup, kadang-kadang melalui regenerasi oleh sel parenkim asal, tetapi lebih sering oleh sel fibroblast jaringan ikat yang membentuk parut. Tidak selalu pemulihan disertai pulihnya fungsi-fungsi khas, adakalahnya proses radang dapat merugikan (tidak
MengapaKitab Suci Perjanjian Baru Dikatakan Perjanjian Baru? Penamaan Perjanjian Baru diambil dari kata-kata Yesus kepada para rasulnya, bahwa ia mengadakan suatu "perjanjian baru" sebagai ganti dari perjanjian taurat yang sebelumnya diadakan Allah dengan bangsa Israel. Sehingga otomatis di jaman dulu orang menyebut kitab-kitab sebelum
Vay Tiį»n Nhanh Chį» Cįŗ§n Cmnd Nợ Xįŗ„u. Claudia Jessica Official Writer Pada dua artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang sejarah Alkitab. Yang pertama tentang terbentuknya Alkitab, Firman Allah yang hidup, dan yang kedua tentang bahasa dan penyusunan Alkitab. Pada seri ketiga ini, kita akan membahas mengenai bagaimana Alkitab ditulis. Siapa yang menulisnya dan fakta-fakta apa saja yang bisa kita temukan di dalam Alkitab. Media untuk menulis Alkitab Dalam penulisan injil-injil di Alkitab, para penulis menggunakan beberapa media yang digunakan untuk menulis pada zaman tersebut. Salah satu medianya adalah perkamen yang berasal dari kulit binatang yang dikeringkan. Media lainnya adalah papyrus yaitu berasal dari rumput papyrus yang dikeringkan. Ada juga yang ditulis di lempengan keramik dan codex yang sudah seperti kertas. Struktur Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 39 Kitab, yang dapat dikelompokkan dalam beberapa bagian. - Kitab Taurat, terdiri dari Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Kitab taurat mengisahkan permulaan segala sesuatu di dunia, juga mengenai bangsa Israel yang dipilih menjadi umat Nya hingga Musa diutus untuk memimpin orang Israel keluar dari Mesir. - Kitab Sejarah, terdiri dari Yosua, Hakim-Hakim, Rut, 1 dan 2 Samuel, 1 dan 2 Raja-Raja, 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia dan Ester. Kitab-kitab ini menceritakan bagaimana bangsa Israel mendapat bantuan dari Tuhan dalam menghancurkan Bangsa Kanaan. Pada kitab ini terdapat cerita bagaimana Bangsa Israel yang kaya dan berkuasa kemudian terpisah menjadi dua kerajaan, yakni selatan dan utara. Lalu mengenai Bangsa Israel yang menyembah berhala dan dihukum Tuhan dengan dijadikan budak oleh bangsa lain. Namun ketika mereka bertobat maka mereka diizinkan untuk kembali ke kampung halamannya. - Kitab Hikmat atau puisi yang terdiri dari Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah dan Kidung Agung. - Kitab Nabi-Nabi Besar dan Kitab Nabi-Nabi Kecil yaitu Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zepanya, Hagai, Zakharia dan Maleakhi. Bagian ini terdiri dari 17 kitab dan ditulis oleh para nabi dan judul kitab-kitab tersebut diambil dari nama mereka. Sementara itu Perjanjian Baru memiliki 27 Kitab. Pengelompokan dalam sejarah Perjanjian Baru dimulai dari Kitab Injil yang berjumlah 4 kitab yang ditulis oleh para pengikut Yesus, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Ke-4 Injil ini berisi sejarah dan riwayat Yesus Kristus dari sebelum lahir hingga kenaikan-Nya. BACA JUGA FaktaAlkitab Sejarah Terbentuknya Alkitab, Firman Allah yang Hidup 1/3 Setelah itu ada Kitab Sejarah sebanyak 1 kitab, yakni Kitab Kisah Para Rasul yang yang berisi sejarah dari kenaikan Yesus, pengabaran Injil di Yerusalem, daerah Yudea dan Samaria, hingga perjalanan-perjalanan misi Paulus sampai ke Roma, serta riwayat sejarah gereja mula-mula. Lalu ada surat-surat Rasuli sebanyak 21 Kitab, yakni Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, Ibrani, Yakobus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, serta Yudas. Dan yang terakhir adalah Kitab Wahyu, yakni Kitab eskatologi yang dikirimkan kepada jemaat-jemaat yang mengalami penganiayaan oleh pemerintah Roma dan anjuran agar mereka tetap setia di dalam iman mereka. Statistik Alkitab Protestan BACA HALAMAN SELANJUTNYA ->Statistik Alkitab Protestan Alkitab memiliki 66 kitab secara keseluruhan. Terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Kitab Mikha dan Kitab Nahum adalah kitab yang terletak di tengah-tengah dalam Alkitab. Kitab Mazmur merupakan kitab terpanjang dalam Alkitab. Sementara itu ada lima kitab yang hanya terdiri dari 1 pasal, yakni Kitab Obaja, Surat Filemon, Surat 2 Yohanes, Surat 3 Yohanes dan Surat Yudas. Alkitab memiliki pasal, dengan 929 pasal dalam Perjanjian Lama dan 260 pasal dalam Perjanjian Baru. Mazmur 119 merupakan pasal terpanjang dalam Alkitab. Sementara itu Mazmur 117 merupakan pasal terpendek dalam Alkitab, yang hanya terdiri dari 2 ayat. Alkitab memiliki ayat. ayat Perjanjian Lama dan ayat Perjanjian Baru. Ayat terpanjang terdapat dalam Ester 8 9 dengan 80 kata dan 355 huruf. Sementara ayat terpendek terdapat dalam 1 Tawarikh 11 hanya dengan 11 huruf. Para penulis Alkitab Manusia mendapat kehormatan untuk dipakai oleh Allah menuliskan Firman-Nya. Tangan, bahasa, budaya, dan pendidikan manusia digunakan oleh Allah untuk menyampaikan FirmanNya. Dalam konteks ini, Firman Allah yang tak terbatas itu perlu disampaikan dalam bentuk yang terbatas supaya dipahami oleh manusia. Allah menuntun dan mengilhami manusia untuk menuliskan isi dari Alkitab. Kurang lebih terdapat 40 orang menulis seluruh kitab-kitab dalam Alkitab. Mulai dari Musa yang menulis Kitab Taurat, hingga Rasul Yohanes dengan Kitab Wahyu. Mengenai para penulis Alkitab, setiap orang memiliki pandangan dan persepsi yang berbeda-beda. Walau dituliskan oleh penulis dari latar belakang yang berbeda-beda, namun isi dari Alkitab tersebut tak ada yang bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Mereka tetap menjaga eksistensi Tuhan Yesus dan memproklamirkan bahwa hanya ada Allah yang satu dan Esa. Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tidak langsung ada sekaligus. Isi dari Alkitab itu sendiri sangat banyak, sehingga membutuhkan ribuan tahun untuk menjadi kitab yang utuh, yang disebut Alkitab. Untuk menjadi suatu kitab yang utuh, maka diadakanlah Kanonisasi. Pembahasan kanonisasi dapat Anda baca di FaktaAlkitab Sejarah Terbentuknya Alkitab, Bahasa dan Penyusunan Alkitab 2/3 Konvensi Alkitab di Indonesia BACA HALAMAN SELANJUTNYA ->Konvensi Alkitab di Indonesia Pembagian dalam sejarah terbentuknya Alkitab adalah hasil dari kanonisasi yang dilakukan oleh Bapa Gereja awal dan tidak berubah sejak abad ke-4 Masehi. Alkitab terkadang memiliki konvensi yang agak berbeda. Contoh dalam kitab Mazmur bahasa Indonesia, nama penggubah Mazmur dan judul lagunya dijadikan ayat yang pertama dalam satu pasal. Sedangkan dalam Alkitab bahasa Inggris tidak demikian. Karena itu Alkitab Bahasa Indonesia memiliki ayat lebih banyak hingga beberapa puluh daripada Alkitab bahasa Inggris. Selain itu terdapat sub pasal yang disebut dengan perikop. Perikop sendiri terdiri dari beberapa ayat yang dirangkai menjadi satu pokok pikiran yang utuh. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, khususnya versi Terjemahan Baru, penerjemah dari LAI atau Lembaga Alkitab Indonesia telah membagi pasal-pasal di Alkitab menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau perikop-perikop, dan masing-masing perikop pun diberi judul oleh penerjemah LAI untuk memudahkan pembacaan dan pencarian kembali bagian tertentu dan bukan merupakan bagian isi Alkitab yang sebenarnya. Demikianlah Fakta Alkitab mengenai sejarah terbentuknya Alkitab kita. Apakah Anda merasa diberkati? Bagi Anda yang ingin ikut memberitakan kabar baik bersama Jawaban, Anda bisa bergabung dengan menjadi Mitra CBN. Anda dapat mendaftarkan diri Anda dengan meng-klik tombol di bawah DAFTAR MITRA CBN Sumber jawaban channel Halaman Tampilkan per Halaman
Claudia Jessica Official Writer Mengetahui sejarah pembentukan Alkitab menjadi sebuah buku yang kita kenal sekarang, akan membantu kita memahami bagaimana kuasa Allah bekerja dalam proses pembentukan Alkitab. Menolong kita untuk tidak mudah digoyahkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa kitab orang Kristen yang ada saat ini telah menyeleweng. Tujuan Penyusunan Alkitab Alkitab disusun untuk menuntun orang Kristen dalam mengenal serta lebih menyelami kehendak Tuhan. Oleh sebab itu cara berdoa yang benar sangat penting dalam membaca ayat Alkitab. Agar sebagai pembaca kita dapat memahami apa yang ingin Allah sampaikan. Untuk inilah penyusunan Alkitab memakan waktu yang panjang, supaya kita dapat menelaah kehendak Allah sepenuhnya, dan dapat memberikan pandangan yang tepat akan apa yang Allah firmankan. Inilah pentingnya tujuan dan dasar penyusunan Alkitab yang sebaiknya tidak dilupakan, karena pada dasarnya Alkitab disusun dengan maksud memberikan tuntunan yang baik pada orang Kristen sepenuhnya. Alkitab adalah Firman Allah Alkitab adalah pernyataan khusus Allah kepada manusia. Alkitab adalah firman Allah dalam bentuk tulisan yang kualitasnya sama dengan firman Allah yang verbal. Karena Alkitab adalah Firman Allah, maka Alkitab memiliki natur Supranatural kekal dan ilahi. Dalam proses mewujudkan Firman yang kekal ini, Allah memilih cara yang natural atau alamiah. Prosesnya dengan cara memilih manusia sebagai penulis FirmanNya. Prosedur ini disebut dengan istilah "Allah mengilhami para penulis pilihanNya". BACA JUGA Cara Orang Kristen Menjawab Pertanyaan āApakah Alkitab Masih Relevan di Zaman Ini?ā Alkitab diilhamkan oleh Allah Alkitab adalah Firman Allah karena Alkitab diilhamkan oleh Allah sendiri. Pengilhaman merujuk pada aktivitas Roh Kudus yang mendorong, memimpin dan mengontrol para penulis Alkitab selama proses penulisan, sehingga tulisan mereka berotoritas dan tidak mengandung kesalahan. Ayat Alkitab yang menunjukkan pada kita bagaimana kita bisa memahami konsep pengilhaman. Terdapat dalam 2 Timotius 316, āSegala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.ā Di dalam ayat ini terdapat kata ādiilhamkanā. Kata ādiilhamkanā dalam banyak terjemahan bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata dinafaskan Allah. Pada saat kata ini dipakai atau diterapkan di dalam tulisan Alkitab, maka penulis sedang mengajarkan sesuatu yang sangat penting, yaitu bahwa firman Allah yang diucapkan langsung oleh Allah di dalam sejarah atau yang diucapkan oleh Allah melalui para nabi dan para rasul adalah sama otoritasnya dengan firman Allah yang dituliskan di dalam Alkitab, karena apa yang dituliskan itu disebut dinafaskan oleh Allah. Jadi pengilhaman adalah karya Roh Kudus yang mendorong, memimpin dan mengontrol para penulis Alkitab, sehingga apa yang mereka tuliskan tidak mengandung kekeliruan dan kesalahan. Alkitab memiliki Otoritas BACA HALAMAN SELANJUTNYA ->Alkitab memiliki Otoritas Alkitab melibatkan partisipasi manusia, seperti di dalam Lukas 11-4, dimana Lukas berusaha mengumpulkan sumber dan berusaha untuk menyelidiki dan menyusunnya sedemikian rupa. Namun walaupun Alkitab ditulis oleh manusia, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah melalui pekerjaan Roh Kudus. Oleh karena itu, apa yang dituliskan di dalam Alkitab bersifat otoritatif dan normatif bagi hidup orang Kristen. Apa yang dituliskan bukan hanya menambah pengetahuan kita, tetapi juga mengatur kehidupan kita. Jadi pada saat dikatakan Alkitab berotoritas, hal itu berarti Alkitab berotoritas atas segala aspek kehidupan kita. Alkitab berbicara hanya untuk hal-hal yang sungguh-sungguh ingin ajarkan. Hal-hal itu bisa berkaitan dengan iman, etika, geografi, sejarah, filsafat, atau dengan apapun juga. Pada saat Alkitab benar-benar menyinggung dan benar-benar memaksudkannya seperti itu, maka apa yang ditulis dalam Alkitab adalah bersifat normatif bagi kita karena mengandung otoritas ilahi di dalamnya. Kiranya otoritas Alkitab membuat kita semakin tunduk dan semakin giat membacanya, karena kita tahu kita bisa memahaminya dan mendapat menfaat darinya sehingga kita bisa bertumbuh dan menyenangkan hati Tuhan. Alkitab memiliki kejelasan Apa maksud dari pernyataan Alkitab mengandung kejelasan? Kita perlu memahami bahwa Alkitab dituliskan Allah untuk semua umat Allah. Alkitab tidak dituliskan hanya untuk segelintir orang dengan pengetahuan teologi yang luar biasa atau untuk segelintir orang yang memiliki pengalaman luar biasa bersama dengan Tuhan. Tetapi Alkitab dituliskan untuk semua umat Allah, baik umat Allah di dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, maupun sekarang. Tidak semua dari mereka merupakan orang-orang yang hebat secara intelektual atau tinggi dalam pendidikan. Tetapi Alkitab ditulis sebagai sebuah kejelasan bagi semua orang. Alkitab memiliki karakteristik jelas karena memang dimaksudkan untuk semua umat Allah. Alkitab bisa menjadi bahan perenungan dan bahan studi yang sangat mendalam, sampai orang yang paling pintar sekalipun tidak bisa memahaminya. Tetapi Alkitab sekaligus juga bisa menjadi bahan bacaan yang begitu sederhana, sehingga orang-orang biasa pun bisa membaca dan mendapat manfaat dari Alkitab. Martin Luther pernah mengatakan bahwa khotbah yang baik adalah khotbah yang dapat dipahami oleh orang-orang yang berpikir intelek maupun orang-orang yang cara berpikirnya sederhana. Alkitab ditulis ribuan tahun Rentang waktu penulisan kitabākitab yang kita kenal dalam Alkitab saat ini, memakan waktu sekitar 1500 tahun, dari tahun 1400 SM sampai tahun 100 M. Bahkan proses pembentukannya menjadi Alkitab seperti yang kita kenal saat ini, membutuhkan waktu sekitar 1800 tahun. Jika bukan karena kuasa Allah yang bekerja, maka mustahil terjadi pembentukan Alkitab yang membutuhkan waktu hampir 2000 tahun lamanya. Dan luar biasanya lagi, meski proses penulisan kitabākitab itu terbentang dalam ribuan tahun, namun jika kita membaca secara teliti keseluruhan Alkitab, maka terlihat sangat jelas tentang kisah kasih Allah kepada manusia yang saling bertautan dari satu kitab ke kitab lainnya. Dengan mengetahui proses pembentukan Alkitab ini, menolong kita untuk tidak mudah digoyahkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa kitab orang Kristen yang ada saat ini telah diselewengkan. Efesus 4 14 āSehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.ā Pada artikel selanjutnya, kita masih akan membahas sejarah terbentuknya Alkitab kita. Stay tune ya! Sumber jawaban channel Halaman Tampilkan per Halaman
Lois Official Writer Masa-masa paling sulit dalam hidup kekristenan adalah ketika kita mengalami proses pembentukan Tuhan. Tidak jarang kita jumpai iman seseorang goncang, ada yang tidak tahan uji dan akhirnya berpaling dari Tuhan. Setiap orang percaya pasti melalui proses ini. Sebab Tuhan bukan hanya menghendaki kita selamat, tapi juga menjadi sempurna, berharga, dan mulia. BEBERAPA HAL YANG DIPAKAI ALLAH UNTUK MEMPROSES KITA Dia Memakai Keseharian Kita [kitab]Yerem181-2[/kitab] Di dalam perjalanan kehidupan ini ada banyak perkara yang kita alami bahkan kadangkala kita harus berada di lembah-lembah pencobaan yang membuat kita menjerit, berseru memohon pertolongan Tuhan. Tetapi kita harus mengetahui semuanya terjadi atas seijin Tuhan untuk memproses kita. Allah Melakukan Proses Penyempurnaan [kitab]Yerem184[/kitab] Alkitab mencatat, ranting yang tidak berbuah dipotong-Nya, sementara yang berbuah dibersihkan-Nya. Jadi, Allah memproses karena Dia menghendaki hidup kita sempurna. Seperti bejana yang terus diproses tukang periuk sehingga akhirnya menjadi sebuah bejana yang baik. Kita juga akan terus diproses Tuhan sampai akhirnya menjadi baik. Bejana menjadi susah dibentuk karena sudah terlalu keras sehingga harus dibasahi terlebih dahulu atau karena di dalam tanah ada batu sehingga batu itu harus dibuang. Allah Proses Kita Agar Buah Kebenaran Lebih Matang Kekristenan tidak hanya bicara tentang surga, tapi di dunia ini pun kita harus dapat menghasilkan buah yang dapat dinikmati orang lain sehingga bisa membawa banyak orang berjalan menuju surga. TINDAKAN NEGATIF YANG SERING KITA LAKUKAN SAAT DIPROSES ALLAH Namun, bagaimana kita bisa mencapai semua itu sangat tergantung kita dan reaksi kita terhadap proses tersebut. Ada beberapa tindakan negatif yang kita keluarkan saat proses itu terjadi, yang berarti kita harus terus diproses sampai kita menjadi sempurna nantinya. Berikut ini tindakan negatif tersebut Keras Kepala dan Keras Hati [kitab]Mazmu957-11[/kitab] Hal ini dapat menghambat rencana Allah dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu, kita harus sadar akan proses Tuhan dan dengan kerendahan hati mau menerima proses tersebut. Selalu Bersungut-sungut [kitab]iKori109-10[/kitab] Bersungut-sungut artinya kita melihat sesuatu dari sisi negatifnya. Tetapi sebagai orang percaya, apapun yang terjadi harus dilihat dari sisi positifnya yaitu bahwa rancangan Tuhan adalah yang terbaik. Ketidaksabaran [kitab]Ibran615[/kitab] Ketidaksabaran merupakan hambatan yang serius dalam proses pembentukan. Tidak sedikit yang gagal karena tidak sabar. Sebagian orang percaya memang di satu sisi memiliki keyakinan tentang kepastian Kerajaan Sorga, namun di sisi lain, tidak bersedia diproses Allah. Ketika jatuh dalam dosa, menganggap hal itu sebagai hal wajar karena masih hidup di dunia. Allah ingin kita selamat, tapi Dia juga ingin kita sempurna. Karena itu, kita harus berjalan bersama Tuhan, merelakan diri untuk terus dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya, sebab itu memang yang terbaik bagi kita. by Gilbert Lumoindong Sumber buku mujizat setiap hari by lois horiyanti/ Halaman 1
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sebagai seorang Kristen yang mengimani Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan, kita seharusnya tahu proses terbentuknya Alkitab. Mengapa Alkitab terdiri dari 66 kitab dan bukan 73 kitab atau 36 kitab? Apa yang menjadi tolak ukur sebuah kitab diilhamkan oleh Tuhan? Dan mengapa Talmud, Apokrifa dan Injil-injil Gnostik tidak masuk dalam Alkitab? Kita akan membahasnya dalam artikel pengkanonan Alkitab. Kanon berasal dari bahasa Yunani artinya patokan atau ukuran. Kanon Alkitab artinya "Alkitab adalah sebuah ukuran yang pasti atau sebuah patokan yang telah ditetapkan." Patokan Kebenaran yang Tuhan tetapkan untuk menilai segala sesuatu, dan tolak ukur sebuah ajaran dan perbuatan. Alkitab yang menjadi alat pengukur segala sesuatu termasuk ajaran gereja, tradisi, teologi, sains, filsafat, sejarah/arkeologi, seni, dsbnya. Karena Alkitab menjadi alat ukur benar dan salahnya segala sesuatu maka semua yang lain itu tidak bisa dijadikan ukuran untuk mengukur Alkitab karena Alkitablah yang mengukur Tuhan yang mengilhamkan Alkitab, maka Tuhan jugalah yang mengkanonkan Alkitab. Tidak ada kitab yang diilhamkan oleh manusia karena itu tidak ada manusia, teolog, rohaniawan gereja, apalagi sebuah konsili yang dapat mengkanonkan Alkitab. Dengan kata lain tulisan yang Tuhan Ilhamkan itulah yang Tuhan jadikan Patokan kanon kebenaran. Dan tulisan mana pun yang tidak Tuhan ilhamkan, itu bukan kanon patokan kebenaran.Saat tulisan yang diilhamkan diketahui, secara langsung kanon Alkitab sudah diketahui. Masalah kita adalah bagaimana kita mengetahui tulisan mana yang Tuhan ilhamkan? Di sini kita akan melihat tulisan-tulisan mana yang Tuhan Perjanjian Lama Ada beberapa kriteria tulisan yang diilhamkan dalam kitab Perjanjian oleh para nabi, dari Musa sampai Maleakhi. Tulisan-tulisan kitab-kitab yang diilhamkan dalam Perjanjian Lama sudah menjadi tolak ukur bagi bangsa Israel selama ribuan tahun. Kitab-kitab Perjanjian Lama sudah selesai ditulis 400 tahun sebelum kelahiran Kristus. Tuhan Yesus sebagai otoritas tertinggi mengakui ke-39 kitab ini dalam Lukas 2444 "...harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur".Para penulis kitab Perjanjian Baru, mengutip Perjanjian Lama sebagai firman Tuhan, bukan sebagai tulisan Perjanjian BaruAda beberapa kriteria untuk mengetahui kitab mana yang Tuhan ilhamkan dalam kitab Perjanjian oleh para Rasul. Tentu tidak semua tulisan para rasul Tuhan ilhamkan, tetapi tulisan yang Tuhan ilhamkan umumnya melalui seorang rasul. Penulis hidup sezaman dengan para rasul. Lukas bukanlah rasul tetapi tulisannya disetujui para rasul sebagai ilham dari Tuhan I Timotius 518.Ditulis antara tahun 50-98 27 kitab yang diterima oleh mayoritas Jemaat-jemaat Kristus pada abad pertama. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
proses terjadinya alkitab disebut dengan